Pertanyaan sekarang ialah: bagimana papua melihat dunia adanya Covid-19 yang kita hadapi?
Ada yang menerima covid-19 yang dihadapi oleh dunia demikian sebagai suatu yang berbahaya. Tidak masalah,"hidup ini memang demikian" kata mereka kelompok ini Ayat Alkitab untuk menghibur atau melindungi dirinya.misalnya dengan memberi pengertian beriman kepada Allah (Maznur 91:4-17)."seribuh orang rebah disisimu dan sepuluh ribuh disebelah kananmu,tetapi itu tidak akan menimpamu".
Dari sudut pandang mitologi malanesia,Papua yang demikian dilihat sebagai "sebuah Episoda" atau masa transit bukan final destination.
Tetapi ada kelompok lain yang menyadari bahwa Papua sedang bermasalah.Tetapi merasa tidak ada masalah dan tidak berdaya sehingga menaru harapan pada kekuatan dari luar seperti: gereja,adat,pemerintah,pihak luar negeri untuk datang menyelamatkan Papua.Pemahaman papua demikian,mendorong kita menyimpulkan bahwa papua dan masyarakat sedabg menyalani sakit Virus corona/ civid-19 dan sedang dalam sakit krisis amat berat pembunuhan masal,kalau disikapi papua sedang maju dalam kehancuran.
Berhadapan dengan realita demikian. Kita harus bertanya?
Dimana Masyarakat dan gereja papua,kekuatan yang berpotensi menyadarkan papua yang sedang sakit masalah,Covid-19,pembunuhan,pembantaian,Ekonomi,kesehatan,dll.kondisi seperti itu sebelum menjawab pertanyaan ini,kita harus menjawab pertanyaan lain.
Berpindah dari tradisi dan kebiasaan menunggu pemulihan atau penyelamatan,"turun dari langit" Gereja yang mengayak umat untuk belajar menganalisa keadaan sosial dan ekonomi yang menyebabkan atau membuahkan keadaan papua sekarang dan memberi penguatan kepada umat untuk mencari jalan keluar dari kondisi tadi,gereja jangan tinggal diam hanya mentonton saja,tetapi gereja harus bertidak melawan Covid-19 dan persoalan lain yang selalu terjadi atas umat jemaat kita,kami juga memberikan arahan,pemahaman yang baik kepada mereka,orang papua selalu katakan bahwa virus tidak menyerang pada orang papua,pembunuhan hanya bagi orang lain namun,kita melihat sama-sama bahwa jemaat kita yang menjadi sasaran.
Kita menjadi pengalaman gereja lain,dinegara lain,dan pengalaman dunia lain menjadi sebuah pelajaran bagi orang Papua.
Kita berdoa sambil bekerja (Oraet Labora) jangan menjadi penonton
Jangan pelihara barang kurang baik
Jangan kasih tinggal kalau orang meminta tolong.
Jangan kasih tinggal barang yang busuk didepan kita
Jangan tingal diam siapkan payung sebelum hujan.
Kita orang papua semakin lama,semakin punah,jagalah dri,jaga keluarga,dan jaga kebun kita.
Sebuah refleksi dalam hidup kita.
Tuhan Yesus menyertai dalam pekerjaan,tugas kita masing-masing.
Amolongo
Wiwao
Amakane
Koya
Koha
Nimo
Wawawawa
Oleh: Pdt.A.wamangme.S.th.MA